Wagub Berjanji Menanggung Biaya Perawatan, Demiz Gembira Melihat Air Mata Ginan

by -19 views

Wagub Berjanji Menanggung Biaya Perawatan, Demiz Gembira Melihat Air Mata Ginan

Jatinangorku.com – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menengok bayi conjoint twin parasitic, Ginan Septian Nugraha di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Minggu (29/9) sore. 

Dalam kesempatan tersebut, Wagub berjanji akan menanggung semua biaya yang dibutuhkan untuk perawatan anak ketiga dari pasangan Aep Supriatna dan Yani Mulyani, warga RT 28/RW 10 Kp. Cikadu, Desa Ciroyom Hilir, Kec. Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu.

“Ini tanggung jawab kita semua. Jadi tidak ada masalah mengenai biaya yang dibutuhkan untuk perawatan bayi Ginan ini. Semua tidak ada masalah,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Selain akan menanggung biaya, Demiz juga berjanji membantu usaha orangtua Ginan. Karena menurutnya, orangtua Ginan juga harus diperhatikan sehingga bisa membiayai keluarganya dengan baik.

“Kita juga sangat memikirkannya. Kita akan membantu orangtuanya supaya bisa mengembangkan usahanya. Kita tidak hanya fokus memikirkan perawatan anaknya saja,” ungkapnya.

Dijelaskan, kondisi Ginan sudah menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. Saat diberi stimulus, ia bisa meresponnya dengan baik. 

“Gerakannya aktif, terus bisa merespons saat kita panggil namanya. Saya juga melihat ada air mata yang keluar. Ini menandakan, perkembangannya sangat bagus,” katanya.

Saat ini, pihak RSHS terus melakukan pemantauan intensif. “Saya sangat berharap, kondisinya semakin baik. Dan saya juga berharap keluarga bisa tawakkal menghadapi cobaan ini,” tambahnya.

Ditemui terpisah, Direktur Utama (Dirut) RSHS Bandung, Dr. H. Bayu Wahyudi, M.P.H.M., Sp.O.G. menyatakan, perkembangan yang ditunjukkan Ginan sangat menggembirakan. Berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter bedah plastik, masih ada kendala otot di bagian rahang.

“Refleks untuk menutup mulutnya masih lambat. Hal ini, disebabkan selama dalam kandungan mulutnya tersumbat,” terangnya kepada wartawan kemarin.

Selain itu, terdapat celah sejak lahir di mulut Ginan. Menghadapi kondisi ini, pihaknya akan membuat alat bantu supaya bayi Ginan bisa tetap menyusui.

“Kita akan membuat alat bantu supaya proses menyusui tidak terganggu,” katanya.

Diakui Bayu, karena masih di bawah 28 hari, Ginan akan terus berada di ruangan NICU untuk mendapatkan perawatan intensif. “Kita akan terus melakukan perawatan intesif dan kita berharap bisa berfungsi dengan normal,” tegasnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/