Wagub Minta Isu Kenaikan Harga Rokok Dikaji Mendalam

by -15 views

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta pemerintah pusat untuk mengkaji lebih mendalam terkait wacana kenaikan harga rokok. Menurutnya, jika harga rokok naik akan banyak orang yang terancam hidupnya.

“‎Banyak rakyat kecil yang menggantungkan hidup pada industri rokok. Berapa banyak petani tembakau akan mati dan pekerja rokok kena PHK (pemutusan hubungan kerja),” tutur Deddy kepada wartawan di Hotel Hariss, Cimbuleuit Kota Bandung, Selasa (23/8/2016).

Demiz -sapaan akrabnya- menuturkan, ‎petani tembakau diduga akan merugi jika harga rokok naik. Pasalnya jika satu bungkus rokok mencapai Rp50 ribu, kemungkinan konsumsinya menurun sehingga tidak banyak tembakau yang dipesan pabrik.

“‎Pengangguran kita kan masih cukup banyak, ditambah nanti buruh pabrik bisa kehilangan pekerjaan,” jelas dia.

Oleh karena itu, Demiz meminta pemerintah pusat untuk melihat terlebih dahulu dampak kenaikan harga rokok. “Lihat dampaknya dulu seperi apa, dipelajari. Sementara sekarang pengangguran masih banyak kan,” ucapnya.

Demiz mengapresiasi usulan harga rokok untuk mengantisipasi generasi muda merokok. Dari sisi kesehatan, dia menilai selama ini sudah banyak imbauan dan sosialisasi dampak buruk merokok.

Namun, ujar dia, masih banyak orang yang merokok walaupun berbagai macam penyakit mengancam. Hal tersebut disebutnya sebagai pilihan masing-masing individu.

“Kita sudah diperingati bahwa itu mempengaruhi kesehatan, tapi ya pilihan,” ujarnya.

Dia justru khawatir ada alasan lain di balik usulan kenaikan harga rokok. Seperti kampanye asing untuk menguasai pabrik rokok yang ada di Indonesia.

“Jangan-jangan ini kampanye asing untuk mengakuisisi pabrik kita,” katanya.