Wakapolda Jabar, “Hati-hati melintasi jalur Nagreg”

by -27 views

Jatinangorku.com – Wakapolda Jabar Brigjen Pol Drs. H. Muhammad Taufik, M.Si., melakukan pengecekan jalur jalan mudik Lebaran wilayah Selatan dari mulai Cimahi sampai Banjar Jabar sejauh 221 km.

Meski memasuki hari H-6, Sabtu (11/7/2015) belum ada peningkatan lonjakan kendaraan. Bahkan dibandingkan hari yang sama tahun sebelumnya, ada penurunan kendaraan hingga 20 persen. Berdasarkan data hingga Sabtu (11/7/2015) mencapai 31.000 pemudik yang melintasi jalur jalan Nagreg.

“Saya lihat sampai hari ini belum ada peningkatan yang signifikan,” kata Taufik didampingi Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan kepada wartawan saat memantau kesiapan arus mudik Lebaran di Pos Utama Cagak Nagreg, Sabtu (11/7/2015).

Meski begitu, kata Taufik, anggota kepolisian tetap siaga di jalur mudik Lebaran, setelah gelar pasukan sebelumnya.

Taufik menilai, kendaraan yang melintasi jalur selatan Nagreg harus lebih berhati-hati, karena rawan kecelakaan lalulintas. “Jalur Nagreg, kondisinya turunan curam, berkelok, dan tajam sekali,” katanya.

Untuk itu, kata Taufik, kendaraan yang melintasi jalur mudik Lebaran Nagreg harus prima kondisinya, untuk menghindari kerawanan laka lantas yang tidak diharapkan. “Kita himbau pengusaha bus atau perusahaan angkutan lainnya, supaya kendaraan yang digunakan layak dan baik,” harapnya.

Ia tak mengharapkan, kendaraan yang tak layak pakai dioperasionalkan. “Itu yang ditegaskan kita, kepada perusahaan bus atau pos-pos,” katanya.

Taufik juga menegaskan, jajaran kepolisian dari awal sudah memprediksi pembangunan Tol Cipali berpengaruh terhadap pergerakan kendaraan yang melintasi selatan Nagreg. Diperkirakan, kendaraan yang melintasi Tol Cipali 50 persen dan jalur reguler atau selatan 50 persen.

“Kita tak pernah mengurangi petugas pengamanan Lebaran. Pelayanan kepada masyarakat berusaha untuk maksimal,” katanya.

Kenapa? Mengingat, kata dia, apa yang diprediksikan itu  tak selalu tepat. “Antisipasi kita gelar pasukan yang maksimal, baik jalur utara, selatan dan tengah,” katanya.

Menurutnya, pemudik sepeda motor diperkirakan akan mendominasi jalur selatan, tengah dan utara. “Pemudik mulai ramai biasanya H-5 Lebaran, termasuk pemudik pengguna roda dua,” katanya.
Sore hingga malam
Menurutnya, pergerakan kendaraan pribadi dan roda dua dan roda empat, mulai padat di jalur selatan itu memasuki sore hingga malam hari. Siang hari juga banyak, termasuk bus. “Di jalur selatan itu disiapkan 32 pos pelayanan mudik,” katanya.

Taufik menegaskan, pasar tumpah yang tanpa dilengkapi lahan parkir akan menganggu terhadap laju kendaraan. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, polisi melakukan pagar betis di kawasan pasar tumpah tersebut. “Supaya tak ada kendaraan yang berhenti di titik-tik tersebut,” katanya.

Ia juga melarang, kepada perusahaan angkutan barang, kecuali sembako dan BBM melintasi jalur mudik Lebaran. “Yang boleh melintas kecuali truk sembako dan BBM,” katanya.

Ditegaskannya, jika terjadi pelanggaran akan diberikan sanksi tegas  berupa  tindakan tilang. Kendaraannya pun, akan diparkirkan dan tak boleh digunakan sebelum H+7 Lebaran.

Namun untuk jalur alternatif Cijapati Cikancung masih dinilai situasional. Sebab, jika  jalur jalur utama masih memungkin, kendaraan belum diialihkan ke jalur alternatif. “Tidak semua jalur alternatif digunakan, karena akan menyusahkan masyarakat,” katanya.

Termasuk pihak kepolisian melakukan rekayasa jalur jalan juga sifatnya situasional. Namun pihak kepolisian, akan lebih mengutamakan kendaraan pemudik yang melaju dari arah Bandung tujuan Garut-Tasikmalaya, jika terjadi kepadatan kendaraan.

Sumber : http://www.galamedianews.com/