Wakil Bupati Sumedang Akui Ada Banyak ‘Rumah Hantu’ di Proyek Tol Cisumdawu

by -241 views

Proyek pembangunan jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) bukan hanya milik pemerintah pusat.

Pemerintah daerah pun turut ‘repot’ memastikan pembangunan jalan tol pendukung BIJB Kertajati ini selesai tepat waktu tanpa kendala.

Salah satu hambatan yang dihadapi dalam pembangunan Tol Cisumdawu di Kabupaten Sumedang adalah masalah pembebasan lahan.

Pembebasan lahan yang memakan waktu lama diduga menjadi alasan proyek ini tak kunjung selesai.

Kendala ini pun diamini oleh Wakil Bupati Kabupaten SumedangErwan Setiawan.

Ditemui Tribun Jabar di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Kamis (27/9/2018), Erwan mengakui ada masalah pembebasan lahan yang belum selesai.

“Kemarin menjadi masalah, memang masih ada masalah lahan yang belum terselesaikan,” ujar Erwan Setiawan.

Erwan Setiawan mengatakan, pihaknya telah menargetkan pembebasan lahan akan selesai dalam waktu dekat.

Setidaknya, lanjut Erwan, pembebasan lahan ditargetkan selesai pada Oktober tahun ini.

 

Sayangnya, target itu pun tidak mencakup keseluruhan lahan yang terkena proyek Tol Cisumdawu di Kabupaten Sumedang, melainkan hanya untuk seksi II saja.

Seksi II sendiri terdiri dari Kecamatan Pamulihan-Rancakalong-Cimalaka.

“Itu (hanya seksi II) karena yang akan segera diresmikan itu seksi II, baru ke seksi lainnya,” ujar Erwan Setiawan.

Erwan Setiawan sendiri tak menampik adanya masalah ‘rumah hantu’ di lahan-lahan yang digunakan oleh proyek tol tersebut.

Erwan mengaku masih memikirkan solusi untuk menyelesaikan masalah rumah hantu yang menjamur di Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, dan desa-desa di sekitarnya tersebut.

Wakil Bupati Kabupaten Sumedang tersebut mengatakan bahwa yang paling mungkin dilakukan untuk menyelesaikan masalah rumah hantu untuk saat ini adalah dengan menggunakan cara-cara persuasif.

“Kalau memang tidak bisa dilaksanakan, baru kita pakai cara lain,” ujar Erwan Setiawan.

Penggunaan cara lain pun, Erwan menekankan, tetap harus sesuai aturan-aturan yang berlaku. Jangan sampai langkah menyelesaikan rumah hantu justru menggunakan tindakan di luar hukum.

“Yang pasti Pemerintah Kabupaten Sumedang sangat mendukung program nasional ini, karena untuk perekonomian Sumedang juga,” ujar Erwan

 

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com