Warga Diminta Tidak Menjadikan Kebakaran sebagai Mainan Damkar Kab. Sumedang Sering Terima Informasi Palsu

by -19 views

Jatinangorku.com – Ulah oknum tak bertanggung jawab yang memberi informasi palsu mengenai peristiwa kebakaran membuat petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Pekerjaan Umum Kab. Sumedang terganggu. Untuk itu, Dinas PU meminta agar masyarakat Sumedang tidak menjadikan kebakaran sebagai lelucon.

“Petugas kami merespons setiap laporan kejadian kebakaran. Namun sayang, tidak setiap laporan yang kami terima benar,” kata Dudung Abdullah, Kepala UPTD Pemadam Kebakaran, Kamis (25/9).

Pernyataan Dudung mewakili keluhan para petugas damkar, menyusul masuknya laporan mengenai kebakaran di wilayah Desa Padusuka via telepon kantor, Rabu (24/9). Namun setelah dua regu pemadam diterjunkan ke lokasi, ternyata tidak ada kebakaran sama sekali.

Dijelaskan Dudung, keiseng­an seperti itu sangat merugikan. Apalagi jika lokasinya jauh dari jangkauan atau puluhan kilometer. Kejadian serupa juga terjadi tahun lalu.

“Waktu itu tengah malam, petugas piket menerima laporan kebakaran di wilayah Kecamatan Darmaraja. Tim pun langsung bergerak menuju TKP (tempat kejadian perkara). Namun saat di lokasi, kejadiannya itu tidak ada. Kami sangat kesal dan jengkel. Keisengan ini sa­ngat merugikan dan hanya buang-buang energi. Yang sangat kami sesalkan, orang iseng itu selalu mengatasnamakan unsur pemerintahan, termasuk mengaku anggota polsek setempat,” ungkapnya.

Perlambat penanganan

Jika kenakalan seperti ini berlanjut, dikhawatirkan memperlambat proses penanganan kebakaran. Petugas akan bertanya secara rinci kepada pelapor, termasuk mengonfirmasi pada pihak pemerintahan desa setempat. Akibatnya, pro­ses penanganan menjadi lama. Padahal hitungan menit sangat berarti dalam penanganan kebakaran. “Tentu sangat merugikan masyarakat, khususnya korban kebakaran,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau warga untuk tidak menjadikan petugas pemadam kebakaran sebagai objek kenakalan. Sebab kecepatan dalam bertindak sangat dibutuhkan dalam menangani kebakaran. “Jangan sampai karena ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, akhirnya merugikan banyak orang,” katanya.

Apalagi saat kemarau seperti sekarang, petugas damkar siaga satu mengantispasi kebakaran di 26 wilayah kecamatan. “Mudah-mudahan kejadian seperti itu tidak terulang. Sekali lagi kami minta, jangan jadikan petugas pemadam kebakaran objek kenakalan,” ujarnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/