Warga Kian Cuek terhadap Pemilu

by -109 views


JATINANGOR

Partisipasi masyarakat dalam pemilu, baik pilpres maupun pilkada merupakan salah satu wujud keterlibatan dalam proses berpolitik dan bernegara. Dari setiap tahapan penyelenggaraan pemilu di Indonesia sejak tahun 1971 hingga terakhir tahun 2009, ditemukan fakta masyarakat kian tak acuh (cuek). Angka partisipasi menunjukkan tren semakin menurun.

Hal tersebut diungkapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, S.I.P., M.Si. yang ditemui dalam acara “KPU Goes to Campus, Seminar Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Umum” yang digagas KPU di Aula Moestopo, Kampus Fikom Unpad Jatinangor, Sabtu (1/12).

Menurutnya, yang paling mencolok terlihat pada penyelenggaraan pemilu tahun 2009 di mana dari 171.265.442 total daftar pemilih tetap (DPT) yang berhasil dihimpun, hanya 121.588.366 pemilih atau sekitar 70,99 persen saja yang menggunakan haknya. Sementara itu, sekitar 49.677.076 pemilih atau 29,01 persen tidak menggunakan haknya atau dikenal dengan istilah golput (golongan putih).

Demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis, kata Ferry maka penting kiranya membangun kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu.

“Upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu tersebut sejatinya tidak dapat dibebankan hanya pada penyelenggara Pemilu saja, namun para stakeholder pemilu, termasuk di dalamnya semua kalangan yang ada di dalam kampus. Di mana kampus menjadi bagian penting, elemen penting untuk melakukan aktivitas-aktivitas pemilihan umum, sehingga partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum itu sendiri dapat lebih ditingkatkan,” katanya.

Berkenaan dengan tingkat partisipasi yang semakin menurun tersebut, lanjut Ferry, hal itu kembali mengingatkan pentingnya peran civitas akademika dalam meningkatkan kepedulian masyarakat dalam Pemilu. Civitas akademika sebagai kalangan terdidik dan sebagai agen perubahan harus mampu menemukan strategi solutif, cerdas dan tepat agar mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa agar dapat berperan aktif menyukseskan pemilu yang akan digelar pada tanggal 9 April 2014 mendatang. “Partisipasi masyarakat itu dapat ditumbuhkan oleh kita semua serta bagaimana kampus dan mahasiswa berperan sebagai agent of change. Kita semua harus menjadi garda terdepan dalam menyongsong Pemilu 2014 yang lebih berkualitas,” terangnya.

Daikui Ferry keengganan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pesta politik tersebut menurutnya didasarakan atas beberapa faktor seperti tingkat kepercayaan terhadap penyelenggaraan serta peserta pemilu itu sendiri, kejenuhan masyarakat terhadap pemilu, kekecewaan pemilih atas pilihannya terdahulu, peran partai politik yang masih kurang, serta figur calon.

sumber : klik-galamedia