Warga Minta Kepastian Normalisasi Cikeruh

by -55 views

Jatinangorku.com – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cileunyi Wetan mempertanyakan kejelasan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengenai kepastian normalisasi pelebaran Sungai Cikeruh seluas 30.000 m2 di Kampung Jajaway RW 01 dan Kampung Sindangwargi RW 18, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Hal tersebut dikatakan Ketua BPD Cileunyi Wetan, Ahmad Sobar, setelah adanya keluhan dari warga kepada pemerintah desa karena sering terjadi banjir saat musim hujan.

“Pada umumnya masyarakat merasa resah karena saat musim hujan tiba pasti terjadi banjir. Kami sudah melayangkan surat kepada bupati, sekda, dan pihak P2T (panitia pengadaan tanah, red), tapi sampai saat ini belum ada jawaban, padahal sudah satu bulan,” kata Ahmad kepada “GM” di kantor Desa Cileunyi Wetan, Jumat (3/9).

Menurutnya, masyarakat yang tanahnya sudah diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Bandung menunggu kejelasan kapan akan dilaksanakan musyawarah oleh P2T Kab. Bandung terkait harga tanah yang akan dibebaskan.

“Jadwal kegiatan pengadaan tanah normalisasi Sungai Cikeruh belum ada kepastian sejak 2013. Makanya banyak warga yang terus mempertanyakan kepada pemdes,” ucapnya.

Sebelum musyawarah mengenai harga tanah yang akan dibebaskan pihak P2T, kata dia, harga tanah di wilayah tersebut bervariasi.

“Masalah harga juga yang membuat warga resah. Ada kekhawatiran harga jual tanah tidak sesuai dengan harga pasar,” terangnya.

Bila pihak terkait tidak memberikan penjelasan, maka warga di RW 01 dan 18 akan mendatangi P2T untuk mendapatkan penjelasan dan kepastian pembebasan lahan.

Kepastian

Sementara itu, Asep Ginanjar (35), warga Kampung Jajaway RW 01 Desa Cileunyi Wetan, Kec. Cileunyi, berharap pihak terkait segera menindaklanjuti masalah tersebut.

“Kalau terus-menerus seperti ini, kami jadi bingung, padahal masalah ini kan sudah dibicarakan sejak jauh-jauh hari, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujar Asep.

Ia menilai pemerintah harus cepat tanggap dalam menghadapi persoalan di lapangan. sehingga warga tidak bingung dan rersah.

“Warga hanya mengharapkan kepastian. Selain itu jangan sampai pembebasan lahan ini merugikan warga,” katanya.

Pada dasarnya, warga medukung program normalisasi tersebut, karena menfaatnya akan dirasakan oleh warga.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/