Warga Pertanyakan Status Terduga Pembuang Bayi

by -14 views

Warga Pertanyakan Status Terduga Pembuang Bayi

Jatinangorku.com – Sejumlah warga Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang mempertanyakan status ID (20), terduga pembuang bayi di Pondok Yellow Lilly, Dusun Ciawi, RT 02/RW 04, Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor pada April lalu.

Sebelumnya kasus yang melibatkan oknum mahasiswi di Jatinangor itu membuat geger warga. Warga juga mengutuk pelaku yang tega membunuh darah dagingnya sendiri.

Lilis (38), seorang warga Jatinangor mengaku tidak megetahui kelanjutan kasus buang bayi ini. “Sampai sekarang, warga tidak tahu kelanjutan kasus perempuan asal Jakarta yang tega menghilangkan nyawa anaknya itu,” katanya, Kamis (19/9).

Hal senada dikatakan sejumlah warga lainnya. Mereka berharap aparat terkait segera menyampaikan perkembangan kasus ini kepada publik.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Salim Aziz saat dihubungi menyebut, kasus terjadi ketika dirinya belum menjabat.

“Saat kasus pembuangan bayi itu terjadi, saya belum bertugas di Polres Sumedang. Silakan rekan-rekan mengonfirmasi Kapolsek Jatinangor,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Sumedang AKBP Hadianur berjanji akan kembali mempelajari semua kasus lama di wilayah hukum Polres Sumedang yang belum terungkap.

“File-file kasus lama di Sumedang akan saya buka lagi. Mohon doa dan restunya agar semua lancar,” ujarnya.

Sosialisasi darkum

Sementara itu, dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Jatina-ngor gencar melakukan sosialisasi sadar hukum (darkum) lintas komponen masyarakat.

Kapolsek Jatinangor, Komisaris Roedy de Vrise melalui Wakapolsek, Ajun Komisaris M.P. Sitorus kepada wartawan, Rabu (18/9) di Mapolsek Jatinangor mengatakan, pembinaan dan pemahaman tentang kesadaran hukum tak hanya dilakukan dalam acara resmi, tetapi juga dalam forum rapat atau kunjungan kerja.

“Pembinaan bisa melalui pertemuan langsung dengan warga di mana saja. Seperti di pangkalan ojek, warung kopi, tempat keramaian, bahkan mapolsek,” terang Sitorus.

Dikatakannya, sudah menjadi kewajibannya berbagi wawasan sekaligus pemahaman darkum kepada masyarakat, termasuk awak media. Dengan upaya persuasif seperti itu, dipastikan akan tercipta kamtibmas termasuk di wilayah hukum Jatinangor

“Masyarakat jangan sungkan menanyakan prosedur hukum jika tidak memahaminya,” ujarnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com