Warga Sumedang Bersiap Sambut Tiga Rumah Sakit Baru

by -79 views

Rumah Sakit (RS) Sumedang bakal dibangun di Cimalaka dan Tegalkalong, Sumedang. Kedua RS ini milik swasta sedangkan satu RS lagi bakal dibangun di Tanjungsari milik pemerintah. Pembangunan RS ini mutlak harus dilakukan karena sampai saat ini di Sumedang hanya ada dua rumah sakit yakni milik pemerintah dan satu milik swasta.

Minimnya jumlah rumah sakit membuat pasien di Sumedang kerap tak tertampung di rumah sakit yang ada. Bahkan pasien banyak menumpuk di ruang gawat darurat menunggu ruangan kosong dan masuk daftar waiting list.

Kepala Dinas Kesehatan, Retno Ernawati, menyebutkan rumah sakit swasta yang akan dibangun di Sumedang ini investor orang Sumedang. “Sebelumnnya yang mengajukan pembangunan rumah sakit di Sumedang itu orang luar dan belum terwujud sekarang yang mengajukan orang Sumedang, semoga menjadi kenyataan,” kata Retno di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SUmedang, Kamis (10/11)

Menurutnya, untuk di Tanjungsari sudah ada lahan milik Pemprov Jabar di Pasir Banteng yang terletak di pinggir jalan raya Sumedang-Bandung. “Untuk rumah sakit di Tanjungsari merupakan rumah sakit pratama milik pemerintah dan saat ini sudah pra detail engeenering design,” katanya.
Pembangunan rumah sakit di Tanjungsari sangat strategis karena berada di wilayah barat yang sampai saat ini belum ada rumah sakit. Rencana rumah sakit pratama bisa menampung minimal 150 orang.

Sedangkan rumah sakit di Cimalaka dan Tegalkalong masing-masing memiliki 200 tempat tidur. “Sehingga dengan dibangunya tiga rumah sakit ini ditambah dua rumah sakit yang sudah ada di Sumedang maka jumlah tempat tidurnya sebanyak 1.200 unit,” kata Hilman Taufik, Direktur RSUD Sumedang yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumedang ini.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk Sumedang mencapai 1,2 juta jiwa itu maka rasio tempat tidur di rumah sakit harus 1.200. “Saat ini jumlah tempat tidur di RSUD dan RS Pakuwon baru 500 tempat tidur,” katanya.

Hilman mengatakan rumah sakit yang akan dibangun itu bakal beroperasi pada 2018 nanti. “Sehingga saat semua warga menjadi peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) tahun 2019 sudah banyak rumah sakit yang melayani pasien sehingga tak ada waiting list,” katanya.