Warga Tanjungsari Terpaksa Lewati Jembatan Rapuh, Warga: Jalan Lain Jauhnya 3 Kilometer

by -134 views

 Jembatan bambu yang menghubungkan Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, dengan Desa Cilayung, Kecamatan Tanjungsari, memang tidak berada di jalan utama.

Namun jalur yang melewati jembatan tersebut ramai dengan kendaraan roda dua karena merupakan jalan alternatif Jatinangor-Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Bila musim mudik tiba, jalan tersebut akan ramai dengan kendaraan karena jalan utama yang seringkali mengalami antrean kendaraan.

Sayangnya, jalan tersebut kondisinya mengkhawatirkan, tak sedikit warga, baik pejalan kaki maupun pengguna sepeda motor, yang merasa cemas saat melewati jembatan tersebut.

“Kalau pakai motor itu kan jembatannya bersuara kreket kreketbegitu, seperti yang mau patah,” ujar Suadi (43), pengguna jembatan, ketika ditemui Tribun Jabar di lokasi jembatan, Selasa (23/1/2018).

Menurutnya, bila kebetulan mengangkut barang yang berat, terpaksa motor yang digunakannya melaju perlahan agar tidak oleng.

Hal serupa dirasakan Sumiyati (56), warga Cileles, Sumiyati mengungkapkan, dirinya harus menggunakan jembatan tersebut setiap kali pergi pengajian.

“Ada jalan lain sebetulnya, hanya memutar jauh sampai tiga kilometer,” ujar Sumiyati.

Sumiyati mengungkapkan, saat hujan mengguyur, atau setelah hujan, jembatan menjadi sangat licin karena permukaan bambu yang basah.

Tak sedikit orang, baik pejalan kaki maupun pengguna sepeda motor, yang tergelincir akibat permukaan jembatan yang licin.

“Alhamdulillah tidak ada yang tergelincir sampai ke jurang,” ujar Sumiyati.

Sumiyati berharap jembatan segera diperbaiki dengan material yang lebih baik agar jembatan lebih layak dan tidak membahayakan warga yang melintas

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com