Warga Tiga Desa Menolak Tol Cisumdawu Melewati Pemukiman

by -124 views

Trase jalan tol Cisumdawu untuk seksi V dari Kecamatan Paseh- Ujungjaya harus mengalami perubahan jalur. Warga di tiga desa Kecamatan Congeang yang mengalami pematokan protes karena wilayah pemukiman mereka jadi terlewati jalan tol. Selain itu saat petugas melakukan pengukuran dan pematokan warga mengaku tak ada sosialisasi sebelumnya.

Warga di tiga desa kaget karena banyak petugas yang melakukan pengukuran dan ada pematokan saat ditanya ternyata untuk keperluan jalan tol. “Warga di desa sepakat menolak jalur tol Cisumdawu melewati pemukiman,” kata Kepala Desa Cibeureuyeuh, Kecamatan Congeang, Sumarna kepada wartawan, Rabu (12/10).

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Cacaban, Usup Supriatna. Menurutnya jika jalur tol mengalami perubahan maka sebagian besar rumah warganya terkena jalan tol termasuk kantor desa dan juga pemukiman warga asal genangan Jatigede yang belum lama dibangun harus direlokasi lagi. “Kalau masuk pemukiman kami keberatan namun jika melewati lahan perkebunan atau sawah, warga akan mendukung,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembanggunan Daerah (Bappeda), Subagio menyebutkan untuk seksi IV Cimalaka-Paseh dan seksi V Paseh-Ujungjaya memang ada perubahan jalur. “Memang ada perubahan jalur di seksi empat dan lima, saat dilakukan pengukuran serta pemasangan patok ada protes dari warga di sana,” kata Subagio di kantornya, Rabu (12/10).
Menurutnya, perubahan trase karena ada kendalam geografis yang cukup sulit sehingga membutuhkan rekayasa teknis.

“Di kawasan antara Paseh-Conggeang-Ujungjaya itu banyak kawasan perbukitan dnegan lembah yang cukup dalam,” katanya.

Sehingga, terang dia, harus dilakukan pemindahan jalur. “Ada perubahan jalur yang panjangnya mencapai 2 km, kami merencanakan melakukan pembahasan lagi dengan pihak satker jalan tol untuk menindaklanjuti protes warga ini,” katanya.

Ia mengatakan, pembangunan jalan tol di trase ini berupaya untuk menghindari lahan pemukiman padat penduduk. “Jalan tol Cisumdawu ini berupaya menghindari lahan pemukiman dan di trase ini akan menggunakan lahan hutan yang dikelola perhutani,” katanya