Wartawan Sumedang Peringati HPN Tahun 2017

by -47 views

Sifat jujur, amanah dan cerdas, menjadi modal utama para wartawan dalam menyajikan berita. Berpijak pada ketiga sifat tersebut, diyakini pengaruh pemberitaan yang dibuatnya akan membawa kemaslahatan bagi umat (masyarakat-red). Pemberitaannya bisa menciptakan suasana aman dan nyaman di masyarakat. Selain itu, mendorong kerukunan dan kedamaian di lingkungan masyarakat hingga tercipta keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.
Sebaliknya, jika pemberitaannya mengandung hoax, akan menimbulkan dampak negatif di masyarakat. Berita hoax, dapat menimbulkan permusuhan dan perpecahan di masyarakat hingga bisa menghancurkan tatanan persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian sambutan sekaligus tausiah Pimpinan Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu (P2IT) Asy-Syifa Wal Mahmudiyyah, KH M Muhiyiddin Abdul Qodir Al Manafi disela “Tabligh Akbar dan Doa Bersama” dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2017 dan Pengajian Rutin Majelis Taklim Bersatu (MTB) ke-26 di Masjid Agung Sumedang, Kamis 9 Februari 2017 malam. Acara tersebut diselenggarakan atas kerjasama Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (Forkowas) dan Majelis Taklim Bersatu.

Hadir, Bupati Sumedang H Eka Setiawan, Sekda Zaenal Alimin, Ketua DPRD Irwansyah Putra, Ketua Forkowas Azis Abdullah, Kapolsek Sumedang Selatan Dilam, para kepala dinas dan kabag di lingkungan Pemkab Sumedang, sejumlah anggota dewan, TNI/Polri, parpol, ormas, OKP (organisasi kepemudaan), klub motor, wartawan dan ribuan jemaah MTB.

Peringatan HPN juga dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumedang di restoran sunda “Kampung Tahu”, Sumedang, Jumat 10 Februari 2017. Peringatan HPN tersebut, diisi dengan syukuran potong tumpeng.

Menurut Muhyiddin, jurnalis yang jujur, akan menyajikan berita yang objektif dan benar. Begitu pula wartawan yang amanah, pemberitaannya akurat, tidak ditambah maupun dikurang sesuai fakta. Pengaruh pemberitaannya bisa membawa pengaruh positif di masyarakat, seperti menciptakan kedamaian, kerukunan, menenangkan dan menyelamatkan masyarakat. Imbasnya pun dapat mendorong kemakmuran daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemberitaan yang membawa pengaruh positif, sama dengan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat. Pahalanya tak akan putus-putus, akan terus mengalir sampai Yaumil Akhir. Apalagi bagi para awak media yang sering meliput kegiatan para ulama, pahalanya akan menjadi jalan ke surga,” ujarnya.

Sebaliknya, kata dia, apabila menyampaikan berita hoax, pengaruhnya bisa menyulut perpecahan, permusuhan atau bahkan peperangan di masyarakat. Bagi si pembuat berita dusta, akan celaka di dunia dan akhirat.

“Karena pengaruhnya sangat besar, sehingga jangan menyepelekan berita. Berita itu sesuatu yang serius. Sendi-sendi kehidupan berawal dari sebuah berita. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada masyarakat, untuk berhati-hati dengan berita yang membahayakan, termasuk hoax. Bagi pembuat berita dusta, akan melunturkan kepercayaan dari masyarakat,” ujar Muhyiddin.

Ia mengatakan, disyukuri para awak media di Kabupaten Sumedang tetap memegang komitmen untuk tetap amanah, jujur dan cerdas dalam menyajikan dan menyampaikan berita. “Dengan HPN ini, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh insan pers khususnya di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Di tempat yang sama Bupati Sumedang Eka Setiawan menuturkan, atas nama jajaran Pemkab Sumedang menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk insan pers di Kabupaten Sumedang. Keberadaan media menjadi perekat persatuan masyarakat Sumedang. Suasana nyaman dan kondusif di Kabupaten Sumedang selama ini, berkat kerjasama unsur pemerintah, TNI/Polri, ulama, pers dan seluruh komponen masyarakat.

“Keberadaan para awak media, telah membuat suasana sejuk di masyarakat dalam koridor persatuan dan kesatuan. Para jurnalis menjadi mitra kerja pemda. Melalui HPN ini, saya mengajak kepada semua pihak termasuk pers untuk terus membantu mendorong terciptanya pembangunan Sumedang yang lebih baik untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

“Kami mengimbau kepada para insan pers untuk bisa memilah-milah, mana berita objektif dan mana berita hoax. Akan tetapi, wartawan di Kabupaten Sumedang cukup santun dan objektif dalam menyajikan berita. Sesuai fungsinya sebagai kontrol sosial, kami juga siap dikoreksi apabila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, ada kekurangan dan kesalahan,” kata Eka