Waspada, 2014 Jabar Jadi Target Aksi Terorisme

by -20 views
Waspada, 2014 Jabar Jadi Target Aksi Terorisme
Waspada, 2014 Jabar Jadi Target Aksi Terorisme

Waspada, 2014 Jabar Jadi Target Aksi Terorisme

Jatinangorku.com – Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar mewaspadai pada 2014 di Jabar akan dijadikan aksi terorisme. Selain itu FPKT juga mewaspadai kembali beraksinya 44 mantan narapidana kasus terorisme yang sudah menghirup udara bebas.

Hal itu diungkapkan Ketua FKPT Jabar Hendra Mulyana kepada wartawan di Bandung, Selasa (3/12/2013).

Menurut dia, 2014 merupakan puncaknya hajat politik, dan berdasarkan penelitian aksi terorisme akan mengalami peningkatan.

“Sejak 2002 Jabar jadi tempat persembunyiaan yang nyaman bagi para anggota teroris,” bebernya.

Untuk itu FKPT sebagai kepanjangan BNPT punya peran yang penting dalam melakukan pencegahan di setiap daerah. Salah satunya dengan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, jika teroris memang tumbuh di lingkungan sendiri.

Dia menjelaskan, daerah paling rawan jadi sarang terorisme adalah di selatan Jabar.

“Kita kemarin mencium adanya kegiatan terorisme di Pangandaran, tapi dengan cara pendekatan berbeda. Seperti bakti sosial bersama PMI,” ungkapnya.

Begitu juga beberapa tempat di Kota Bandung disebutnya menjadi fokus pemantauan FKPT. Pasalnya sejauh ini FKPT mencium keberadaan kegiatan terorisme yang mulai tumbuh di kawasan kampus di Kota Bandung.

Selain itu, dari hasil penelitian, ada fakta bahwa 44 mantan napi terorisme perlu diwaspadai karena akan kembali beraksi. Dia berkilah, para mantan napi yang tersebar di seluruh Indonesia itu perlu diwaspadai karena bukan tidak mungkin mereka akan kembali beraksi.

“Ini diperlukan kesigapan agar tidak terjadi perekrutan untuk berbuat anarkistis atau radikal,” katanya sembari tidak merinci data hasil penelitiannya tersebut.

FKPT tak hanya mewaspadai terhadap 44 mantan napi teroris, tapi juga 90 napi kasus teroris yang masih ditahan. Pasalnya tidak menutup kemungkinan mereka mencuci otak sesama napi di dalam penjara.

“Bukan tidak mungkin dari 90 itu bisa berkembang menjadi 900 atau 9.000 orang dengan pemikiran yang sama,” ucapnya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, FKPT tengah merancang sebuah pencegahan dengan melibatkan beberapa instansi pemerintahan agar masyarakat ‘melek’ terorisme.

Dalam hal ini, masyarakat akan lebih dikenalkan dengan kearifan lokal dan memberikan pemahaman mengenai apa itu teroris. Selain itu masyarakat juga akan diberikan pembekalan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan pemberian modal agar masyarakat yang saat ini menganggur tidak terjerumus dalam hal terorisme

Sumber : http://www.inilahkoran.com