Waspada! Ada Sabu Dalam Permen

by -46 views

Jatinangorku.com – Waspadalah, kini modus para pengedar narkoba sudah beragam. Salah satunya dengan memasukan narkoba ke dalam permen.

Sat Narkoba pun menciduk Yayat Ruhiyat alias Letung (32), pengedar sabu yang kerap mengedarkan barang haramnya tersebut ke dalam bungkus permen.

Yayat diciduk polisi di Jalan Mochamad Toha, Komplek PLN, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol Kota Bandung, Senin (8/12/2014).

Kasat Res Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Nugroho Arianto mengatakan, penangkapan Yayat berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan di wilayah tersebut sering terjadi transaksi narkoba.

“Berbekal informasi itu, anggota kami pun melakukan penyelidikan. Alhasil anggota berhasil menangkap tersangka di rumahnya berikut barang bukti yang siap edar berikut timbangan eletronik,” katanya kepada

wartawan di Sat Narkoba Polrestabes Bandung, Jalan Sukajadi, Selasa (9/12/2014).

Setelah ditangkap, petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip berisi 11 bungkus permen yang isinya sabu-sabu.

Dia menyebutkan, dari pengakuannya tersangka sengaja merecah sabu-sabu ke dalam bungkus permen agar polisi dan masyarakat tak curiga.

“Sabu-sabu yang sudah dikemas dalam bungkus permen ini dijual dengan harga Rp 1,5-2 juta,” ujarnya.

Saat didesak petugas, Letung mengakui sabu-sabu tersebut didapat dari seseorang berinisial Gu yang kini masih diburu polisi. Setelah mendapatkan barang dari GU, Letung rencananya akan menyerahkan sabu-sabu tersebut kepada orang lain atas perintah Gu.

“Modus yang dilakukan tersangka bukan modus baru. Tersangka menyimpan sabu tersebut ke dalam bungkus peremen untuk mengelabui petugas,” katanya.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita sabu sebanyak 11 paket sedang sabu yang terbungkus permen dan satu plastik klip sedang berisi sabu seberat 12 gram atau sebanyak 23 gram sabu. Jika dirupiahkan, barang haram itu senilai Rp 48 juta.

Akibat perbuatannya, tersangka mendekam di tahanan Satuan Reserse Narkoba Polresrabes Bandung dan dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tegas Nugroho.

Sementara itu Letung mengaku mendapat ide memasukan sabu ke permen dari konsumen atau pengguna yang kerap memesan kepada dirinya.

“Ide itu saya dapet dari konsumen. Akan tetapi akhirnya tercium juga,” katanya.

Ia mengaku, setiap bertransaksi belum pernah bertemu langsung dengan pembeli. Karena setiap transaksi barangnya disimpan di tempat yang telah disepakati oleh dirinya dengan konsumen.

Dari setiap penjualan tersbeut, lanjutnya, Letung kerap mendapatkan keuntungan Rp 500 setiap paketnya, serta bisa untuk pakai sendiri.

“Ya sekarang saya sudah pasrah. Sekarang sudah tertangkap polisi mau gimana lagi,” ujar bapak dua anak ini.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/