Waspadai Titik Rawan Macet di Jalur Selatan Jabar

by -24 views

Waspadai Titik Rawan Macet di Jalur Selatan Jabar

Jatinangorku.com – Para calon pemudik yang akan melintas jalur selatan diharapkan mewaspadai tiga titik rawan kecelakaan dan delapan titik rawan kemacetan lalu lintas selepas gerbang tol Cileunyi.

Kepadatan arus lalu lintas semakin meningkat saat memasuki Jalan Raya Bandung-Garut, sehingga para pemudik harus berhati-hati.

Kehati-hatian juga harus ditingkatkan bagi para pemudik dengan sepeda motor. Biasanya kepadatan mulai terjadi selepas Bundaran Cibiru, Cinunuk hingga memasuki Cileunyi. Pengendara sepeda motor harus berhati-hati dalam memacu kendaraannya.

Meskipun Jalan Cibiru-Cileunyi cukup lebar, namun bisa membahayakan jika memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi. Apalagi arus lalu lintas di jalan tersebut cukup padat.

Kasatlantas Polres Bandung, AKP Eko Munarianto menjelaskan, delapan titik rawan kemacetan itu dimulai sejak keluar gerbang tol Cileunyi, pertigaan Cileunyi-Jatinangor, Pasar Dangdeur Rancaekek, depan PT Kahatex, Parakanmuncang, Jalan Raya Bypass Cicalengka, Nagreg dan Cikaledong. Sedangkan tiga titik rawan kecelakaan biasa terjadi di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Tanjakan Nagrog dan Nagreg.

“Di titik-titik rawan macet itu kami akan siagakan personel. Sejumlah rencana untuk mengurai kemacetan juga disiapkan. Seperti one way dan pengalihan arus. Persiapan arus mudik terus dimatangkan agar memberi kenyamanan kepada pemudik,” kata Eko di Mapolres Bandung, Minggu (13/7/2014).

Pemudik juga harus terus waspada saat melintas Jalan Bandung-Garut hingga Nagreg. Karena seringkali ada warga sekitar yang membawa kendaraan berlawanan arah. Hal tersebut, kata dia, bisa menyebabkan kecelakaan.

Selain itu terdapat beberapa titik tempat kendaraan berputar yang bisa menyebabkan kecelakaan.

“Jangan sampai kehilangan konsentrasi. Soalnya banyak kendaraan yang melawan arah. Tapi di hari H akan ditertibkan agar tidak mengganggu,” ujarnya.

Untuk wilayah Jalan Raya Bypass Cicalengka, lanjut Eko, jalan yang lurus dan lebar membuat kendaraan bisa memacu kecepatan dengan tinggi. Namun jika tidak berkonsentrasi saat mengemudi bisa memicu kecelakaan.

“Walau jalannya lurus tapi sedikit bergelombang. Jalannya juga tidak ada yang rusak jadi bisa membawa dengan kecepatan tinggi. Hanya saja harus memperhatikan rambu-rambu dan keadaan sekitar. Kalau tidak hati-hati bisa bahaya,” jelasnya.

Para pemudik pun harus meningkatkan kewaspadaan jika melewati turunan Nagreg. Terutama kendaraan besar seperti bus yang sering mengalami rem blong. Karena setiap tahun sering terjadi kecelakaan di kawasan tersebut.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/