Wirausaha dan UKM Butuh Keberlanjutan

by -26 views

Jatinangorku.com – Mencetak pelaku wirausaha bukan hal yang mudah. Mereka yang akan terjun ke dunia ini tak hanya memerlukan pelatihan. Sama halnya dengan pelaku usaha kecil menengah (UKM), mereka membutuhkan keberlanjutan.

Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jabar Jerry Januar mengatakan pada 2018 mendatang akan genap ada 100 ribu wirausaha baru. “Sehingga nantinya akan berkurang jumlah pengangguran dan kemiskinan sebesar 3-5%,” ucapnya, belum lama ini.

Untuk itu, Jerry mengatakan Pemprov butuh dukungan dari para stakeholders untuk menyukseskan program pencetakan 100.000 wirausaha baru. Sinergitas dan kemitraan perlu dilakukan dengan swasta dan lembaga-lembaga yang peduli tentang wirausaha.

“Sinergi dan kemitraan dengan berbagai pihak akan sangat membantu kami. Dengan demikian maka program ini bisa terus dimonitor dan dievaluasi,” katanya.

Pihaknya mengakui database wirausaha masih menjadi persoalan. Padahal, data yang akurat menjadi sebuah kebutuhan utama dalam upaya menumbuhlkan wirausaha.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menuturkan, jika mengacu kepada jumlah wirausaha ideal 2% dari total penduduk maka seharusnya di Jabar harus ada 920 ribu pengusaha dengan jumlah pendudukan 46 juta jiwa. Karenanya, Jabar saat ini masih banyak memerlukan wirausaha baru.

“Menciptakan wirausaha akan menciptakan lapangan pekerjaan. Kami berkomitmen untuk terus dorong jumlah wirausaha di Jabar,” ucapnya.

Meski fokus menumbuhkan wirausaha, namun pihaknya ingin menciptakan iklim usaha kebangsaan yang mau mengolah sumber daya alam secara mandiri dari hulu hingga hilir. Hal ini sangat penting demi mengurangi ekspor barang mentah dan ketergantungan impor.

Jika wirausaha hanya fokus menjual produk di sektor hulu ke luar negeri maka sama saja dengan menjual nilai tambah yang seharusnya didapatkan para pekerja di dalam negeri. Selain mendorong dan memperbanyak wirausaha, Pemprov juga fokus untuk mendorong para pengusaha untuk membangun industri pengolahan di hulu dan hilir.

Pihaknya juga melakukan pendekatan ekonomi kerakyatan yang menyentuh seluruh level. Pengusaha besar diminta peduli kepada pengusaha kecil.

“Jika 50% dari 100.000 wirausaha baru ini punya semangat membangun industri di hulu dan hilir serta berpegang pada ekonomi kerakyatan maka bisa disebut berhasil,” tutur pria yang akrab disapa Aher ini.

Aspek keberlanjutan pelaku UMKM, menjadi fokus Yayasan Gemilang Muda Mudi Indonesia (Gamma). Ketua Yayasan Gamma Yusuf Fitriadi mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan Pemprov Jabar untuk meningkatkan akselerasi program pencetakan 100 ribu wirausaha baru.

“Untuk keberlanjutan ini, selain mengadakan pelatihan usaha, kita pun memberikan pelatihan internet kepada para wirausaha. Dengan begitu, komunikasi bisa berjalan terus, keep in touch,” katanya.

Menurutnya, keberlanjutan ini yang sering dilupakan. Padahal, aspek ini yang akan memberikan bimbingan kepada para wirausahawan muda. Terlebih, Yayasan Gamma memiliki blue print akselerasi menumbuhkan wirausaha baru. “Intinya, kita punya database dan inkubasi,” imbuhnya seraya menyebutkan tak hanya bekerja sama dengan pemerintahan, pihaknya pun bersinergi dengan lembaga profesional seperti Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan dunia pendidikan.

Selain fokus mengembangkan wirausaha, pihaknya juga akan melakukan kampanye tentang cinta produk Indonesia. Hal ini dianggap sangat penting agar produk dari para wirausaha di dalam negeri lebih mudah diserap masyarakat.

Sementara itu, realisasi program pencetakan 100.000 wirausaha baru Pemprov Jabar menunjukkan progres yang signifikan. Secara kuantitatif, pada 2014 berhasil dicetak sebanyak 19.436 wirausaha baru. Pada 2015 ini, targetnya meningkat menjadi 41.600 wirausaha baru, 2016 sebanyak 67.000 wirausaha baru, dan pada 2017 sebanyak 81.400 wirausaha baru

Sumber : http://www.inilahkoran.com/