Zakat Selamatkan Warga dari Jerat Rentenir

by -12 views

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Sumedang berhasil mengelola Rp 7 miliar selama tahun 2016. Dana Rp 7 miliar itu diperoleh dari zakat, infak dan sodakoh yang dikelola BAZNas Sumedang.
“Target BAZNas Sumedang bisa mendapat Rp 8 miliar dari zakat, infak dan sedakah selama tahun 2016 itu namun realisasinya Rp 7 miliar,” kata Ali Badjri, Ketua BAZNas Sumedang saat Rapat Kerja (Raker) BAZNas di asrama haji Islamik Center, Rabu (21/12/2016).

Menurutnya, raker digelar untuk evaluasi kerja tahun 2016 dan menyusun program kerja tahun 2017. “Untuk tahun 2017, kami menargetkan capaian dari zakat infak da sidakoh bisa diatas Rp 8 miliar,” katanya.

Ali mengatakan untuk mencapai target diatas Rp 8 miliar akan dilakukan berbagao pendekatan ke masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNas. “Dengan banyaknya uang yang dikelola dari zakat, infak da sedekah itu akan disalurkan lagi ke masyarakat yang membutuhkannya,” kata Ali.

Disebutkan untuk tahun 2017 itu, pegawai negeri sipil (PNS) masih diandalkan sebagai penggalian zakat mal di Sumedang. “Selain masyarakat seperti pengusaha dan BAZNAs akan bekerjasama dengan organisai pengusaha supaya menyalurkan zakat, infak dan sedekah para pengusaha melalui BAZNas,” kata Ali.

Penyaluran zakat, infak dan sedekah yang dilakukan BAZNas ke masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat. “Penyaluran zakat dikatakan berhasil bila bisa mengubah perilaku orang. Sebanyak 75 persen penyaluran BAZNas ke arah pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ali memberi contoh, para pelaku ekonomi yang awalnya pinjam ke rentenir. “Setelah diberikan bantuan maka mereka bisa keluar dari jeratan rentenir, bahkan dari sebagian rezeki yang ia peroleh bisa diberikan untuk sedekah,” katanya.
Sekda Zaenal Alimin mengapresiasi kegiatan kegiatan BAZNas. “Kegiatan BAZNas sangat membantu-program program pemerintah daerah,” kata Zaenal yang membuka raker BAZNas.

Menurutnya. dalam era otonomi daerah program-program pembangunan tidak harus mengandalkan pada APBD. “Terpenting adalah pemberdayaan masyarakat dimana salah satunya adalah pengelolaan zakat oleh BAZNas,” katanya