Pascaoperasi Pemisahan, Devina dan Devani Masih Dirawat di RSHS

by -25 views

 Kondisi Devina (2) salah satu balita kembar siam  warga Dusun Panyirapan RT 03/RW 06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, hingga kini masih dalam penanganan medis  tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.  Sementara kondisi kesehatan adiknya, Devani terus membaik hingga sudah diperbolehkan pulang. Hal itu, setelahnya operasi pemisahan badannya yang menempel, beberapa waktu lalu.

“Devani sebetulnya sudah diperbolehkan  pulang. Akan tetapi, karena kakaknya masih dirawat sehingga Devani harus tetap tinggal di rumah sakit.  Saya tahu kondisi mereka, setelah  kemarin saya menjenguk lagi sekaligus ingin mengetahui langsung kondisi kesehatan Devina dan Devani,” ujar Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, Dudung Suryana ketika dihubungi melalui telefon  di Sumedang, Minggu, 12 Maret 2017.

Menurut dia,  Devina masih menjalani perawatan di rumah sakit,  untuk memulihkan kondisi kesehatannya setelah operasi pencangkokan tulang selangkangan di kaki kanan. Apalagi sebelumnya, ada tulang tumbuh di bagian kaki kiri yang diamputasi. Disyukuri, tulang yang tumbuh itu sudah ditangani oleh dokter spesialis ortopedi. Selain itu juga, karena usus di lambungnya kecil, sehingga makannya tidak bisa banyak, melainkan harus sedikit-sedikit.

“Bagaimana tindakan medis Devina selanjutnya? masih menunggu informasi dan keputusan dari dokter ortopedi. Yang pasti, Devina masih dalam perawatan di rumah sakit. Mohon doanya saja dari masyarakat Sumedang, supaya penanganan medis Devina diberi kemudahan dan kelancaran,” kata Dudung.

Sedangkan  untuk kondisi kesehatan adiknya (Devani), kata dia, sudah diperbolehkan pulang. Hal itu, sambil menunggu kepastian jadwal operasi pembuatan saluran  kencing dan buang air besar (BAB). Sebelum menjalani operasi, kencing dan BAB-nya untuk sementara memakai kantong plastik. 

Dudung  mengatakan, mengingat balita kembar itu, masih harus dirawat dan tinggal di rumah sakit, sehingga orangtuanya harus bertahan dan menunggu lebih lama lagi di rumah sakit. Hanya saja, orang tuanya membutuhkan bantuan dana  untuk biaya sehari-hari di rumah sakit. Selain untuk makan dan minum,   terkadang perlu dana untuk membeli obat di luar. Contoh sebelumnya, orang tuanya harus membeli  obat anti biotik di luar rumah sakit seharga Rp 6 juta.  

“Untuk membantu meringankan beban biaya proses penyembuhan dan pemulihan kondisi kesehatan Devina dan Devani termasuk biaya sehari-hari orang tuanya di rumah sakit, diminta keridoan para dermawan untuk menyumbangkan sebagian rezekinya,” ucapnya. 

Orang tuanya pun sangat berharap mendapatkan perhatian lebih dari Bupati Sumedang Eka Setiawan beserta jajaran di Pemkab Sumedang, termasuk bantuan dananya.  Apalagi kasus balita kembar siam Devina dan Devani itu kasus langka yang terjadi di Kabupaten Sumedang, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari bupati. 

“Tak lupa juga kepada para anggota dewan yang terhormat. Saya atas nama orang tua balita kembar siam Devina dan Devani,  mengetuk hati para wakil rakyat untuk berkenan membantu meringankan beban keluarga pasien balita kembar siam ini,” kata Dudung